Tulangnya masih kota taman lama: jalan-jalan teduh, rumah-rumah era 1920-an, Taman Suropati di tengah, tempat pemain biola latihan tiap akhir pekan dan setengah kawasan jalanin anjingnya. Pasar barang antik Jl. Surabaya ada di pinggir timur, dan kafe-kafe sepanjang Jl. HOS Cokroaminoto jagonya sore santai, hampir nggak ada yang ngalahin di kota ini.
Orang pindah ke sini nyari tenang dan dapet, kadang malah kebanyakan. Menteng nggak punya mall buat nggak sengaja papasan sama orang dan nggak punya scene buat diikutin, dan justru itu yang bikin dia cocok buat meja tetap: satu malam yang pasti sama lima yang sama, dan tenangnya jadi latar, bukan keseluruhan cerita. KRL di Gondangdia dan Cikini plus MRT di Bundaran HI ngejaga pinggir-pinggirnya tetap nyambung.